Tetap Mendaki di U-50
Pendakian gunung sekarang memang cenderung tidak mengenal usia di mana kegiatan tersebut tidak hanya untuk kalangan tertentu seperti dulu akan tetapi juga sudah merambah ke usia yang tidak muda lagi, bahkan di usia 50 Plus
Pemandangan indah, udara yang sejuk, suasana yang tenang memang sesuatu yang susah di tolak oleh semua orang meskipun sufdah cukup berusia, tetap masih inhin merasakan senssasi yang dio tawarkan dan hanya bisa di dapatjan ketika naik gunung
Pendakia U-50 menjadi trend di berbagai medsos bahkan ada yang membuat grup sendiri yang bernama Pendaki U-50 dengan berbagai foto yang di upload di berbagai gunung yang ada di Indonesia bahkan luar negeri. U-50 juga jaman sekarang tidak mau kalah dengan remaja sekolah SMP, SMA bahkan Mahasiswa
Meskikpun eksistensi mereka tidak seperti anak anak muda akan tetapi merela juga bisa menunjukan bahwa di usinuya sekarang mereka juga masih bisa melakukan aktifitas fisik yang berat.
Baca juga: Porter Gunung Prau
Beberapa Alasan Tetap Mendaki di U-50
Eksistensi
Bagi sebagian orang sudah melakukan pendakian sejak muda bahkan sudah di mulai ketika usia SD, dan masih di lakukan ketika menginjak usia 50 untuk tetap menjaga eksistensi di bidang pendakian baik eksplore berbagai gunung, olah raga, dan circle yang semakin luas.
Baca juga: Porter Gunung Merbabu
Baru Mengenal Dunia Pendakian
Dunia pendakian layaknya wisata lainya memang sudah ada sejak dulu, akan tetapi pengaruh informasi dan pergaulan menjadikan orang hanya sekedar tahu tanpa mengenal lebih detail apalagi melakukanya
Hobi Yang Tertunda
ketika masih muda sudah memiliki jiwa petualangan akan tetapi masih berkecimpung di dunia pendidikan kemudian baru masuk ke dunia kerja, jadi ada hobi yang baru bisa di lakukan di usia mereka yang sudah menginjak kepala 5
Baca juga: Porter Gunung Sindoro
Mengulangi Petualangan
Ada kalanya mereka memang lebih ke arah bernostalgia di mana saat muda sudah pernah melakukan pendakian akan tetapi lama vakum atau gantung carrier istilah di kalangan pendakinya dan baru mulai lagi setelah memiliki kehidupan yang matang di usia tersebut.
Ketersediaan Waktu
Ketika masa mudanya ada prioritas lain yang hraus di kejar terlebih dahulu, jafinya kegiatan lain termasauk pendakian tertunda sampai memasuki usia kepala 5
Baca juga: Porter Gunung Sumbing
Baru Ketemu Circle yang Pas
Teman atau circle yang cocok memberikan rasa nyaman tersendiri untuk melakaukan segala sesuatunya termasuk pendakian, tidak semua orang menemukan circle tersebut saat muda jadi mereka tetap melakukamya di usia 50.
Baca juga: Porter Gunung Bismo
Manfaat dan Resiko Mendaki di Usia 50
Kegiatan mendaki ketika di lakukan dengan baik dan dengan menggunakan peralatan yang savety maka akan memberikan beberapa manfaat. meski demikian memang ada beberapa resiko yang harus di antisipasi. Berikut di antaranya:
Sehat Fisik dan Mental
Pendakian tidak lepas dari kegiatan fisik jadi tentu akan membawa dampak positif pada kesehatan karena kegiatan fisik yang di padu padankan dengan suasana alam berupa pemandangan yang indah dan udara yang bersih dan segar, selain itu juga bisa menambah kesehatan mental karena berbagai tantangan saat pendakian juga sangat berpengaruh untuk membentuk mental yang baik dan kuat
Relaksasi
Setelah melakukan aktifitas sehari-hari tentunya di butuhkan sesuatu untuk merefresh pikiran, salah satunya dengan melakukan pendakian, hening suasana gunung akan memberikan efek relaksasi yang menciptakan ketenangan fikir.
Mempererat Hubungan
Pendakian yang di lakukan dengan baik bersama teman maupun keluarga akan menjalin kebersamaan dengan kualitas waktu yang baik, tak ayal lagi eratnya sebuah hubungan akan lebih berasa ketika pendakian dan akan berdampak sampai setelahnya.
Kekuatan dan Daya Tahan Fisik
Selain manfaat juga ada resiko yang harus di antisipasi, di karenakan di usian 50 secara fisik memang kemampuanya telah menurun untuk sebagian besar orang
Tips Untuk Pendaki Usia 50
Persiapan yang baik akan derdampak baik juga saat pendakian, terlebih bagi pendaki yang sudah cukup usia, selain peralatan yang memadai dan logistik yang cukup, berikut beberapa hal yang patut di simak dan di pertimbangkan:
Olah Raga
Olah raga adalah hal yang baiknya di lakukan secara rutin, terlebih ketika mempunya rencana naik gunung. Berikut beberapa olah raga yang di lakukan untuk melatih fisik sebelum mendaki, Kardio, Pullup, Squat, Heel down, stepup, renang, Pushup, lompat tali, angkat bahu.
Menggunakan Jasa Pendakian
Ukur Kemampuan Fisik dan Gunung Yang Akan di Daki
Kembali ke masalah fisik setiap gunung memiliki keindahan dan view khas yang menakjubkan dengan landskap yang berbeda-beda meski demikian juga memiliki tantangan dan kesulitan yang berbeda pula, jadi baiknya sesuaikan kemampuan fisik dengan gunung yang akan di daki.
Penutup
Meskipun sudah berusia jangan ragu untuk melakukan pendakian selama memenuhui standar savety dari semua aspeknya dan tetap ciptakan kesan dan kenangan yang tidak akan terlupakan.
0 Komentar